Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 03 Januari 2013

Kepsek SD 211 Bangko tidak Kreatif




Kepsek Jangan ‘Berpangku Tangan’

Tampak Kepala SD 211, Wilmi menunjukkan buku dan alat peraga yang menumpuk di rumah dinas guru.
BANGKO-Keluhan Kepala Sekolah (Kepsek) SD 211 Merangin yang tidak memiliki ruangan perpustakaan, ditangapi oleh Kepala Dinas pendidikan (Disdik) Merangin, Ahmad bastari. Melalui Kepala Bidang (Kabid) TK/SD, Juanda, Rabu (2/1), dia berharap Kepala Sekolah harus bisa kreatif dengan situasi tersebut.
‘’Saya mengaku masih banyak sekolah khususnya SD yang kurang sarana dan prasarananya. Namun dengan situasi itu saya harapkan kepsek tidak berpangku tangan saja,” katanya.
Dijelaskannya, maksud kreatifitas tersebut adalah memanfaatkan fasilitas yang ada sesuai dengan kebutuhan yang lebih penting agar kedepannya kegiatan belajar mengajar dan mutu pendidikan tetap terjaga dengan baik.
‘’Pasti di sekolah ada fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya. Itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin agar kegiatan yang lainnya bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Salah satu contoh yang dipaparkan Juanda adalah SD 211 yang terletak di Pematang Kandis Bangko. Disekolah ini memang belum ada perpustakaan namun buku maupun alat peraga sekolah tergolong lengkap di sekolah tersebut. Oleh pihak sekolah menyimpan buku di rumah dinas yang tidak dihuni oleh guru. Namun yang disayangkan adalah penyimpanan buku dan alat peraga tersebut terkesan berantakan sehingga mempermudah pelapukan buku itu sendiri.
‘’Seharusnya, meskipun sekolah belum memiliki ruang perpustakaan, namun penyimpanan buku haruslah sesuai standar yakni buku diletakkan di tempat yang terang namun terhindar dari matahari, dan juga bebas dari kelembaban karena buku bisa cepat rusak,” katanya.
Karena hal ini, Juanda menilai kepsek SD 211 tidak kreatif mengelola aset sekolah. Untuk itu kedepannya diharapkan agar tidak ada lagi sekolah yang sembarangan mengelola aset sekolah tersebut.
‘’SD 211 itu sebagai contoh saja, bagi saya pihak sekolah bisa menyulap rumah dinas yang saat ini digunakan sebagai tempat menyimpan buku sebagai ruang perpustakaan sementara. Selain siswa mudah memilih buku yang ingin dipinjam juga buku maupun alat peraga disekolah tersebut bisa tahan lebih lama,”  jelasnya.
Namun, terlepas dari semua itu, dikatakan Juanda pihak Disdik akan terus mengucurkan bantuan kepada sekolah di Merangin ini baik itu bersumber dari APBN maupun APBD agar tingkatan mutu dan kualitas pendidikan di Merangin ini lebih maksimal lagi.
‘’Yang jelas pembangunan maupun pengadaan sarana dan prasarana itu bertahap. Kita tidak bisa segera mengucurkan bantuan. Semua itu tergantung dengan dana yang tersedia,” tutupnya.(top)

0 komentar:

Poskan Komentar