Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 27 Februari 2013

PGRI Merangin Tak Akan Bela Wiwin | Guru PNS tidak masuk mengajar

0 komentar
BANGKO-Guru Pendidikan Jasmani (Penjas) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Wiwin Hariadi, yang diketahui selama empat bulan tidak masuk mengajar di SMAN 9 Merangin, Kecamatan Jangkat, dipastikan tidak mendapat pembelaan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Merangin.
        Demkian disampaikan, Ketua PGRI Merangin, Ali Basroh, Selasa (26/2) kemarin, Dia mengaku tidak tahu secara mendetail persoalannya. Namun berdasarkan informasi yang dia terima pihak PGRI tidak akan membela Wiwin terkait permasalahannya itu.
‘’Persoalannya secara detail kita tidak tahu karena belum ada laporan. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh maka kita tidak akan membela Wiwin dalam permasalahan ini karena sudah telak,” kata Ali Basroh.
Dijelaskan Ali Basroh, PGRI akan melindungi dan mencari solusi guru yang mendapatkan masalah pelik terhadap pemerintah dalam artian guru yang merasa tidak nyaman. Namun jika timbulnya kasus berawal dari kecerobohan maupun kesengajaan guru itu sendiri maka PGRI tidak bisa berbuat banyak.
 ‘’Kita ini wadah menampung aspirasi guru. Bersama kita mencarikan solusi yang terbaik bagi guru ketika mereka ditimpa permasalahan, agar mereka merasakan kenyamanan ketika menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik,” ungkapnya.
Sementara itu, soal kasus Wiwin tersebut Ali Basroh berpandang timbulnya kasus lantaran Wiwin sendiri yang berulah sehingga dia patut menerima sanksi yang dijatuhkan.
‘’Sebagai guru PNS saya rasa sudah tahu konsekwensi yang bakal diterimanya,” pungkasnya.(top)

Tiga Siswa SDLB Bangko Akan Ikuti UN

0 komentar


BANGKO-Meski memiliki siswa yang sedikit namun semangat pihak Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Bangko menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun ini tetap tinggi. Hal itu dibuktikan dengan mempersiapkan pelajaran ekstra kepada siswa.
Kepala SDLB Bangko, Walyana mengatakan pihaknya terus meningkatkan pemberian ilmu pendidikan kepada siswanya khususnya mendekati UN yang akan dilaksanakan pada Mei 2013 ini. Dengan begitu diharapkan siswa yang mengikuti ujian penentu kelulusan itu bisa menempuhnya dengan baik.
‘’Kita ingin siswa sukses menempuh UN,” singkat Walyana, Selasa (26/2) kemarin.
Ketika ditanyakan persiapan yang dilakukan pihak sekolah terhadap siswa, dia mengatakan sama saja dengan sekolah yang lain. Namun untuk les sore memang ditiadakan mengingat jumlah siswa yang sedikit dan lagi pembekalan ilmu dirasa telah mencukupi pada jam kegiatan belajar mengajar resmi.
‘’Yang jelas kita juga melaksanakan try out dan nanti ada Ujian Akhir Sekolah (UAS) nya,” tambahnya.
Walyana mengungkapkan, Untuk soal UN yang bakal diberikan nanti dia mengaku tidak ada perbedaan dengan soal UN sekolah umum, Namun ada sedikit perbedaan mengenai cara mengisi lembar soal karena mereka tidak sama dengan siswa pada umumnya.
‘’Tidak ada bedanya dengan soal UN sekolah umum lainnya. Hanya saja kita tambahkan bahasa isyarat agar siswa bisa lebih memahami,” ungkapnya. Begitupun dengan pengawas, dikatakannya pengawasan UN akan dilakukan dengan sistim pengawas silang.
‘’Baik itu lokasi, jadwal UN hingga pengawas sama saja dengan sekolah lainnya,” pungkasnya.
Dijelaskannya jumlah siswa yang semestinya mengikuti UN ada empat orang. Namun karena satu orang siswa pindah ke sekolah di provinsi lain maka hanya ada tiga orang yang berkesempatan mengikuti UN tahun 2013 ini.
‘’Sebenarnya ada empat orang yang akan mengikuti UN namun tinggal tiga karena satu orang pindah,” pungkasnya.(top)

Selasa, 26 Februari 2013

Skandal Jabatan Kepsek di Merangin Mencuat

0 komentar
Diduga Satu Kepsek Dipungut Rp 5 Juta

BANGKO-Permasalahan pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek) kembali mencuat, Kali ini bukan adanya penolakan dari Siswa namun sejumlah Kepsek mengaku menyetor sejumlah uang untuk memuluskan menjadi Kepsek di saat pelantikan beberapa waktu lalu.
 
Demikian disampaikan salah seorang guru di Salah satu sekolah di Kota Bangko, Dia mengakui disaat sebelum pelantikan memberikan sejumlah uang kepada UPTD dikarenakan penyambung dia dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin agar mendapat jabatan Kepsek SD. Hanya saja disaat pelantikan, Namanya tidak termasuk dari 80 Kepsek yang dilantik, sehingga dia dan beberapa rekannya meminta kepada UPTD untuk mengembalikan uang yang sudah diberikan.
 
‘’Uangnya sebanyak Rp.5 juta, untuk biaya administrasi. Karena pada pelantikan nama saya tidak disebut maka uang itu dikembalikan lagi kepada saya. Durasi waktu pengembalian lebih kurang dua minggu,” kata salah seorang guru SD yang enggan dituliskan namanya beberapa waktu lalu.
 
Dia mengatakan, Selain dirinya ada enam orang guru yang memberikan sejumlah uang kepada UPTD Bangko dan ternyata semuanya tidak satupun yang lolos menjadi Kepsek di pelantikan itu. Namun demikian, Dia tidak mengetahui kemana uang yang diserahkan, Yang jelas dia mengetahui penggunaan uang itu untuk administrasi dan berkas sebagai persyaratan untuk menjadi Kepsek.
       
‘’Yang jelas saya berurusan dengan UPTD, kemana lagi perjalanan uang itu saya tidak tahu,” singkatnya.
Penyerahan sejumlah uang kepada UPTD Kecamatan Bangko ini tidak dibantah oleh Kepala UPTD Pendidikan Bangko, Aswan Effendi, Namun dia mengakui jumlah yang dituding oleh Kepsek itu tidak benar.
 
Dia mengatakan, Saat ini semunya sudah dikembalikan kepada guru yang memberikan sejumlah uang itu, dan dia menegaskan jumlah yang memberikan uang kepadanya hanya tujuh orang saja. ‘’Saya menerima Rp.3 juta dan saya kembalikan sebanyak itu juga,” ungkapnya.
 
Dijelaskannya, Perjalan uang yang diberikan oleh guru tersebut diperuntukan untuk pengurusan administrasi untuk menjadi Kepsek, Akan tetapi dikarenakan tidak lolos maka dana itu dikembali lagi.
Aswan menyebutkan, Aliran dana itu diberikan kepada kepada sekretaris Disdik Merangin, Bahari. Dari tangan Bahari dia juga tidak mengetahui kemana lagi uang itu dialirkan.
 
‘’Karena saya menyerahkan uang tersebut ke Pak Bahari, maka saya minta kembali uang itu agar dikembalikan. Dan dia telah mengembalikannya,” ungkapnya.
 
Sekretaris Disdik Merangin, Bahari, ketika dikonfirmasikan perihal ini mengakui menerima sejumlah uang untuk pengangkatan sebagai kepala sekolah. Namun dia tidak menyebutkan secara rinci jumlah uang tersebut. ‘’Memang benar saya menerima uang tersebut,” singkatnya 
 
Menurutnya dia bertindak professional. Hal itu karena jika ternyata tidak bisa terlaksana apa yang diinginkan maka uang tersebut akan dikembalikan penuh kepada yang bersangkutan.
 
‘’Sebenarnya rasa terimakasih itu biasanya diberikan saat setelah menjabat. Namun jika ada yang memberikan sebelum menjabat saya tidak bisa menolaknya. Tetapi yang jelas saya bersikap professional, yang mana jika ternyata tidak bisa tercapai apa yang diinginkan maka uang tersebut dikembalikan utuh,” pungkasnya.(top/adm)

SDN 282 Bangko Rayakan Ultah Ke-2

0 komentar

ULTAH : Kepala SDN 282, Sri Ratna Dewi beserta Kadisdik Merangin, Akhmad Bastari dan para undangan lainnya.

BANGKO-SDN 282 Bangko merayakan Ulang Tahun (Ultah) sekolah ke-2 di sekolahnya. Senin (25/2) kemarin, Acara itu dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan musholla Nurul Falah hasil dari swadaya sekolah.
Dalam acara itu dihadiri langsung oleh Kadisdik Merangin, Akhmad Bastari, Kepala SDN 282, Sri Ratna Dewi, S.Pd beserta guru dan pegawai sekolah. Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Bangko, Aswan Effendi, Perwakilan dari Kemenag dan Disdik Merangin, Pengawas, Penilik dan beberapa kepala sekolah undangan lainnya serta siswa dan serta orang tua siswa.
Acara diawali dengan pengalungan bunga kepada Kadisdik Merangin dan diklimakskan dengan pemotongan tumpeng serta pelepasan balon sebagai simbol hari ulang tahun ke-2 SDN 282 Bangko.
Kepala SDN 282, Sri Ratna Dewi dalam sambutannya mengatakan dengan kegiatan ulang tahun ke-2 itu diharapkan SDN 282 yang merupakan pecahan dari SDN 115 Bangko bisa lebih maksimal lagi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya.
‘’Meski tergolong masih muda yakni berusia dua tahun tetapi semangat dan etos kerja serta mutu pendidikan akan lebih ditingkatkan lagi,” Kata Sri Ratna
Dijelaskannya saat ini ada 485 siswa yang menimba ilmu disekolah itu dibimbing oleh 35 orang guru, sebagian besar berstatus PNS. Meskipun demikian sekolah itu masih banyak kekurangan khususnya jumlah ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan moubiler.
‘’Kita memiliki 22 orang guru PNS. Dengan jumlah itu kita harapkan ilmu pendidikan yang akan diterima siswa lebih maksimal. Namun kendala kita sekarang masih banyak kekurangan ruang. Solusinya adalah kita memanfaatkan fasilitas ruang yang ada dengan menggabung-gabungkan ruangan tersebut,” imbuhnya.
Soal pambangunan musholla, dikatakan Sri Ratna bersumber dari siswa, guru dan komite sekolah. Dia menjelaskan proses pengumpulan dana dari siswa dilaksakan setiap jum’at pagi selesai kultum dengan menjalankan celengan.
‘’Kita ingin mengajar dan menanamkan jiwa sosialis pada siswa dan hasilnya selama ini kita mendapatkan enam juta dari siswa, 20 sak semen dari majelis guru dan tiga juta bantuan dari komite sekolah,” jelasnya.
Ketua Komite SDN 282, Usman dalam menyambut positif pembangunan mushola Nurul Fallah itu. Menurutnya dengan dibangunnya musholla akan tercipta keseimbangan ilmu pendidikan dan akhirat.
‘’Kita respon positif pembangunan musholla itu. Bahkan kita bantu sebesar tiga juta,” kata Usman.
Dia juga mengungkapkan kebanggaannya kepada Sri Ratna Dewi yang belum genap satu bulan menjadi kepala SDN 282 karena selama ini tetap mengedepankan musyawarah.
‘’Konsultasi dan musyawarah akan memperkuat hubungan antara pihak sekolah dan komite karena kita ini mitra. Dengan begitu segala permasalahan akan mudah dicarikan solusinya,” ungkapnya.
Sementara itu Kadisdik Merangin, Akhmad Bastari dalam sambutannya juga respon positif dengan pembangunan mushola itu. Menurutnya dengan kegiatan itu maka kedepannya akan tercipta generasi yang cerdas sekaligus taqwa kepada Allah SWT.
‘’Saya ucapkan selamat ulang tahun untuk SDN 282 ini, semoga lebih meningkatkan mutu pendidikannya dan juga transparansi dalam pengelolaan dana sekolah,” kata Bastari.
Dalam kesempatan itu juga Bastari menyumbang sebesar 3 juta dari dana pribadi untuk pembangunan musholla Nurul Falah tersebut.
‘’Semoga Allah merestui dan ridho pembangunan mushola ini,” pungkasnya.(top/adv)

SDN 183 Renah Kemumu Merangin Keluhkan Moubiler

0 komentar

ASBEN

BANGKO- SDN 183 Renah Kemumu kecamatan Jangkat membutuhkan penambahan moubiler untuk meningkatkan mutu siswa di sekolahnya, Akan tetapi Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin belum menanggapi permintaan yang sudah diajukan.
        Demikian disampaikan, Kepala SDN 183, Asben, Dia mengatakan kondisi sekolah yang dipimpinnya itu saat ini sangat memprihatinkan. Dimulai dengan kondisi ruang belajar siswa yang hanya ada tiga sementara jumlah rombel ada enam. Juga sarana moubiler seperti kursi meja dinilai sudah tidak layak lagi.
‘’Itu baru moubiler sekolahnya, belum lagi kondisi kaca, dinding, lemari dan lantai sekolah yang banyak rusak,” katanya.
Dia menjelaskan, kondisi parah itu terjadi saat gempa pada tahun 2009 lalu yang mana akibatnya moubiler sekolah banyak yang rusak sehingga para guru dituntut bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin.
‘’Dengan kondisi banyak yang patah, para guru harus bisa merehapnya sendiri. Dan saat ini bukah saja moubiler yang patah itu namun juga karena termakan usia sehingga moubiler yang mayoritas terbuat dari kayu banyak yang lapuk,” jelasnya.
Menurut Asben, pihaknya kerap melayangkan proposal kepada Disdik Merangin dilengkapi dengan photo keadaan sekolah sebagai bukti. Namun hingga sekarang belum ada tanggapan yang positif.
‘’Setiap ke Kota Bangko saya sempatkan bertanya kelanjutan proposal yang kami kirimkan ke Disdik ini. Namun jawabannya kita disuruh menunggu hingga tanggal yang belum bisa dipastikan,” urainya.
Kedepannya Asben mengharapkan dengan adanya pemberitaan ini pihka Disdik Merangin bisa terbuka fikirannya untuk membantu sekolah yang benar-benar mengharapkan bantuan. Dengan begitu kebutuhan akan sarana dan prasarana disekolah di desa itu akan membantu peningkatan mutu pendidikan disekolah.
‘’Saya harap dalam waktu dekat ini ada bantuan yang dikucurkan ke sekolah kami,” pungkasnya.(top)