Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label TK | PAUD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TK | PAUD. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Juni 2013

Wali Siswa PAUD Al Banat Merangin Mainkan Drumband

0 komentar

DRUMBAND: Orang Tua Siswa PAUD Al Banat saat mementaskan drumband dalam sebuah acara beberapa waktu lalu.

BANGKO-PAUD Al Banat Aisyiyah yang terletak di Desa Rasau B2 merupakan satu-satunya PAUD di Kabupaten Merangin yang memiliki peralatan drumband. Sebagai pemain alat musik dan colourguardnya ternyata tidak hanya dioperasionalkan siswanya saja, tapi orang tua siswa juga dilibatkan.
Kepala PAUD Al Banat, Weli Elita mengatakan melibatkan orang tua siswa sebagai pemain drumband merupakan salah satu cara meningkatkan nilai kekeluargaan di sekolah. Selain itu juga memberikan kesempatan kepada orang tua siswa untuk berekspresi dan eksplorasi talenta individu yang mungkin selama ini terpendam.

Senin, 17 Juni 2013

KB Al-Banat Aisyiyah Desa Rasau Kabupaten Merangin Swadaya Beli Drumband

0 komentar

DRUMBAND : Drumband Al-Banat Aisyiyah dalam pembukaan acara Hari Anak Nasional, di Desa Tambang Mas
BANGKO-Kelompok bermain (KB) Al-Banat Aisyiyah yang terletak di Desa Rasau, Kecamatan Renah Pamenang patut berbangga. Pasalnya untuk wilayah kabupaten Merangin hanya KB inilah yang memiliki alat drumband dan anggotanya adalah para siswa itu sendiri.

Kepala KB Al-Banat Aisyiyah, Wely Elita mengatakan pengadaan alat drumband melalui pengumpulan dana swadaya masyarakat yang menginginkan anak mereka maju bukan saja dalam ilmu pendidikan, namun lebih pada tingkat sosial dan kebersamaan.

‘’Kami menginginkan anak didik tumbuh dalam kebersamaan. Nah, salahsatunya dengan media drumband ini peserta didik diajarkan rasa tanggung jawab agar irama yang keluar dari tiap alat musik bisa terdengar harmoni,” katanya.

Menurut Wely, banyak ilmu yang didapat dari praktik drumband tersebut seperti disiplin, kreatifitas, motorik pendengaran siswa sehingga kedepannya sikap dan sifat seperti itu tetap tertanam pada siswa itu sendiri.

‘’Pelajaran tidak hanya sebatas pada buku panduan saja. Dengan praktik seperti ini kedepannya akan memperkuat pondasi siswa untuk menerapkan sifat dan sikap yang positif ditengah masyarakat,” terangnya.

Kebanggaan lainnya adalah KB Al-Banat Aisyiyah berkesempatan menjadi pembuka acara Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar pada sabtu (15/6) kemarin di desa Tambang Mas Kecamatan Pamenang Selatan. Tidak hanya siswa KB AL-Banat yang menjadi pemain drumband dan colour guard. Namun wali siswa yang terdiri dari kaum ibu-ibu juga berpartisipasi memainkan alat musik drumband tersebut sehingga memberikan nilai tersendiri bagi masyarakat maupun pejabat pemerintah yang hadir pada acara tersebut.

Ketua panita HAN, Sulistianti mengungkapkan kegembiraannya karena bisa menghadirkan drumband tersebut diacara karena dengan penampilan drumband itu acara lebih semarak.

‘’Acara Hari Anak Nasional ini jadi lebih ceria. Tamu yang datang bisa mendapatkan hiburan tersendiri,” tutur Sulistianti. Dia juga mengatakan acara HAN tersebut juga diisi dengan berbagai perlombaan seni, olahraga dan keagamaan.(top/adv)

Selasa, 11 Juni 2013

SD Dilarang Jadikan Ijazah Syarat Wajib PSB

0 komentar
 
IJAZAH TK: Salah seorang siswa TK saat mengikuti acara wisuda, beberapa waktu lalu.
BANGKO-Jelang penerimaan siswa baru untuk Sekolah Dasar (SD), Dinas pendidikan Kabupaten Merangin melarang pihak sekolah menerapkan syarat yang bertentangan dengan sistem pendidikan dasar. Salah satunya menjadikan ijazah Taman Kanak Kanak (TK) jadi syarat wajib bagi calon siswa baru. Demikian dikatakan Kepala Disdik Merangin, Akhamad Bastari, melalui Kabid Pendidikan Dasar, Juanda, senin kemarin (10/6).
‘’Tidak dibenarkan SD menerapkan ijazah TK sebagai syarat wajib masuk ke sekolah,” kata Juanda.
Menurutnya, bila ijazah TK dijadikan syarat wajib untuk masuk SD, maka akan bertentangan dengan Sisdiknas wajib belajar Sembilan tahun, yang dihitung 6 tahun di SD ditambah 3 tahun di SMP. Dan Taman Kanak Kanak, tidak masuk dalam katagori pendidikan formal, karena metode pembelajarannya lebih mengarah pada pola bermain sambil belajar.
Juanda menambahkan, bagi SD yang akan menerima siswa baru agar dapat memahami aturan yang ada. Sehingga bila mereka menerapkan aturan yang bertantangan dengan aturan dasar pendidikan, maka berakibat buruk pada pengembangan pendidikan ke depan.
‘’Jadi kita ingatkan dari sekarang, jangan sampai melanggar aturan. Silakan nanti buat aturan, tapi jangan sampai bertantangan dengan aturan yang sudah ada,” tegas Juanda.
Selain itu, dalam menerima siswa, sekolah juga diharapkan agar mempetimbangan kapasitas. Sehingga tidak akan memicu masalah di kemudian hari. ‘’Jangan dipakasakan, beri kesempatan kepada sekolah lain untuk menerima siswa. Supaya tidak jadi masalah nantinya,” jelas Juanda.
‘’Jika terlalu banyak maka akan kurang maksimal saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Itu harus dihindari,” pungkasnya. (top)

Senin, 08 April 2013

Porseni TK, 25 April 2013

0 komentar

ISNAH
BANGKO-Pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni tingkat Taman Kanak-Kanak Kabupaten Merangin akan berpusat di Biduk Amo Pasar Bawah Bangko. Dalam kegiatan tersebut dipastikan ribuan siswa TK sekabupaten Merangin akan mengikutinya. 

Ketua panitia Porseni TK, Isnah mengatakan kegiatan Porseni akan dilaksanakan pada 25 April mendatang. Jadwal tersebut molor karena semestinya diselenggarakan pada 18 April 2013.

‘’Semestinya tanggal 18 April kita laksanakan Porseni TK. Namun karena disaat itu juga ada pelaksanaan UN tingkat SMA maka kita undur menjadi tanggal 25 April 2013 ini,” kata Isnah.
Dijelaskannya, banyak cabang perlombaan yang akan digelar pada kegiatan itu seperti lomba Menari, Dance, Lukis, serta perlombaan olahraga lainnya.

‘’Ada beberapa kategori perlombaan seperti Kesenian, Olahraga, Keagamaan, serta ilmu pengetahuan,” tuturnya.

Dia juga mengatakan dalam pembukaan kelak pihaknya akan mengundang pajabat dari Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin serta seluruh UPTD Kecamatan lainnya. Hal itu agar pelaksanaan Porseni ini bisa lebih meriah.‘’Dengan mengundang para pejabat pemerintahan otomatis akan meningkatkan motivasi siswa serta guru TK karena akan merasa diperhatikan,” jelasnya.

Menurut Isnah dengan pelaksanaan Porseni yang merupakan kegiatan tahunan ini maka akan terlihat bibit-bibit baru generasi penerus bangsa dari berbagai bidang. Seperti bidang kesenian, keagamaan, olahraga hingga ilmu pengetahuan. 

 ‘’Dari kecil inilah kita bisa melihat seberapa besar minat siswa didunianya. Jika telah ditemukan maka kita sebagai orang tua tinggal membina dan mengarahkannya saja,” pungkasnya.(top)

Kamis, 14 Maret 2013

Kesadaran Goro Diterapkan di TK Pembina Merangin

0 komentar



AKTIVITAS : Tampak Aktifitas siswa, guru dan wali siswa melaksanakan gotong royong bersama.

BANGKO-TK Negeri Pembina Waskita karya. Mengupaykan menerapkan kesadaran Gotong Royong (Goro) Kepada anak didik mereka, Langkah ini untuk menanamkan jiwa bekerja sama antar semana siswa.
Kepala TK Pembina, Isnah kepada Koran ini mengaku penerapan kegiatan gotong royong mulanya tercetus dari salah seorang wali murid dan kemudian diikuti oleh wali murid lainnya sehingga sekarang kegiatan yang mengandalkan kebersamaan itu rutin dilaksanakan.
‘’Mungkin atas dasar saling memiliki, makanya orang tua siswa ingin agar sekolah kita ini bersih,” kata Isnah.
Dijelaskannya, dengan pelaksanaan gotong royong rutin itu efek kebersamaan warga TK sangat terasa. Hal itu karena tiap kegiatan seluruh warga ikut serta.
Isnah juga mengatakan dengan kegiatan positif itu diharapkan siswa dapat mempraktikkannya diluar sekolah sehingga nilai tatanan social siswa dapat terbentuk dengan sendirinya. ‘’Jika telah dimulai sejak dini inisyaAllah kedepannya siswa akan bisa menerapkan nya pada kehidupan sehari-hari, hingga mereka dewasa,” terangnya.
Selain untuk membina siswa sejak dini, otomatis dengan kegiatan tersebut sekolah lebih bersih.‘’Jadi banyak manfaatnya, sekolah jadi lebih bersih dan juga hubungan guru, orang tua dan siswa jadi lebih akrab,” tambahnya.
Isnah berharap kekompakan warga TK nya dapat terus terjadi hingga generasi selanjutnya. Dengan begitu maka akan tercipta aikon baru buat TK Pembina bahwa disekolah itu tidak hanya mengajari ilmu pendidikan, tetapi juga membina karakter siswa sebaik mungkin.(top)