Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 02 Januari 2013

PGRI Merangin Siap Jadi Penengah

0 komentar



p-Terkait Pemindahan Dua Orang Guru oleh Disdik


DIPINDAH: Maryatun dan Rasida saat dibincangi sejumlah wartawan beberapa waktu lalu.
BANGKO-Ketua Parsatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Merangin, Ali Basroh, mengatakan bahwa PGRI tidak akan tinggal diam, dalam menyikapi tindakan Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin yang memindahkan dua orang guru SD 124  Desa Koto Baru, Kecamatan Tabir Lintas, yang sempat menyita perhatian publik diakhir tahun 2012 lalu.
        Ali menegaskan, sebagai organisasi yang juga bertugas untuk melindungi hak hak guru, maka Ia akan menyelidiki penyebab dua guru tersebut dipindahkan. Sejauh ini upaya yang dilakukan masih dalam tahap meminta penjelasan dari Disdik dan dari guru yang dipindahkan itu.
Dikatakannya, pihak PGRI telah berkoordinasi dengan Disdik Merangin lima hari yang lalu. Dalam hal ini diwakili oleh Kabid Matendik, Hajrul. Melalui pembicaraan via Telpon, pihak Disdik memindah dua guru tersebut dengan alasan pemeratan.
        ‘’Itu hanya sebatas informasi dari satu pihak saja, belum final,” katanya.
        Dijelaskan Ali, Karena tidak ingin hanya berdasarkan penjelasan Disdik, maka dia langsung menghubungi Kedua guru tersebut. Dan didapatkan jawaban yang bertentangan dengan penjelasan Disdik Merangin. Atas dua jawaban yang tidak sinkron tersebut mendesaknya harus menjembatani kedua pihak untuk ditemukan solusinya.
        ‘’Ketika saya menghubungi kedua guru itu, mereka bersikukuh tidak melakukan apa yang dituduhkan Disdik kepada mereka. Karena mereka itu adalah anggota kita makanya kita harus menyelesaikan permasalahan ini secepatnya,” kata Ali Basroh, yang kini menjabat kepala KP2T Merangin.
        Namun Ali tidak menyebutkan kapan kepastian mempertemukan antara kedua guru tersebut dan Disdik Merangin. Dia hanya mengatakan dalam waktu dekat ini dipastikan ada solusi terbaik untuk kedua pihak.
        Ketika ditanyakan adakah kemungkinan SPT yang telah diberian kepada Guru tersebut dicabut. Ali Basroh mengatakan bisa saja selama tidak ditemukan pelanggaran disiplin oleh guru tersebut.  
        ‘’Itukan baru SPT dan sifatnya sementara, Sedangkan SK saja bisa dicabut,” pungkasnya.(top)

HAB Kemenag Merangin

0 komentar


Peringati HAB Kamenag Adakan Lomba

BANGKO-Peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia ke-67, Kemenag Merangin, menyelenggarakan berbagai kegiatan lomba siswa.  Yang melibat seluruh siswa yang berada dibawah naungan instansi pimpinan Umar Yusuf itu.
Ketua pelaksana kegiatan lomba siswa, M Rasyip Mengatakan kegiatan HAB berlangsung selama tiga hari dengan puncak kegiatan pada tanggal 3 Januari 2013 yakni pelaksanaan upacara yang juga akan dilaksanakan di Kamenag Merangin.
        ‘’Acara selama tiga hari, puncaknya pada kamis besok,” ungkapnya.
        Dijelaskannya, perlombaan yang diselenggarakan merupakan suatu cara memberikan kesempatan pada siswa maupun karyawan dibawah naungan kemenag Merangin untuk menampilkan kebolehan mereka dalam perlombaan.
        ‘’Ada berbagai perlombaan yang dilaksanakan. Mulai dari makan kerupuk, memasukkan kelereng, lomba lari karung, dan yang paling spektakuler lomba marching band,” tuturnya.
        Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan kegiatan jalan santai yang di ikuti oleh beberapa SKPD Kab Merangin serta Bupati Merangin Drs.H.Nalim SH.MM, dan di lanjutkan dengan senam bersama.
        ‘’Sedangkan kegiatan besok (hari ini, red) dilangsungkan perlombaan memasak nasi goreng dan merangkai  bunga. Pesertanya adalah satker dan seksi di bawah kemenag Merangin,” imbuhnya.
        Sementara itu, Kepala Kemenag Merangin, Umar Yusuf dalam sambutannya mengatakan kegiatan HAB merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan kemanag se Indonesia dengan pengisian acara diserahkan kepada kemanag masing-masing daerah.
        ‘’Ini juga sebagai ajang silaturahmi kita keluarga besar Kemanag,” katanya.
        Disaat itu juga, Umar Yusuf mengucapkan terimakasih kepada Bupati Merangin, Nalim yang telah bersedia menyisihkan waktunya menghadiri undangan HAB tersebut. Karena kehadiran Bupati memiliki nilai tersendiri untuk perkembangan Kamenang dan Madrasyah di Kabupaten Merangin.(

Drum Band MTsN Bangko

0 komentar


Marching Band Hida Ul Qolbi Meriahkan Jambore PKK


BANGKO-Pembukaan Jambore PKK Merangin, Kamis (27/28) kemarin yang bertempat di Jalur Dua Bangko dimeriahkan oleh penampilan dari Marching Band Hida Ul Qolbu yang berasal dari MTsN Bangko.
        Penampilan mereka disambut antusias masyarakat yang menonton pawai karena hanya mereka satu-satunya yang membawakan drum band.
        Kepala MTsN Bangko, Anwar melalui Guru Pembimbing, Tartok mengatakan keterlibatan MTsN Bangko pada pembukaan acara jamboree tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian sekolah yang berlandaskan Islam tersebut pada organisasi khusunya PKK Merangin. Selain itu sebagai cara memamerkan kebolehan dan kepiawaian siswa-siswi MTsN Bangko memainkan alat music dan tarian bendera.
        ‘’Kita membawa 58 orang siswa-siswi kita untuk memeriahkan acara pembukaan ini. Diantara mereka adalah siswa-siswi terbaik kita yang menguasai alat music maupun tarian bendera atau color guard,” ungkap Totok.
        Diinformasikannya, untuk mengikuti acara ini pihaknya telah lama mempersiapkan diri dengan latihan rutin setiap harinya selama saat sekolah dan masa libur. Hal itu untuk mengasah skill siswa agar mampu bermain dengan maksimal pada saat penampilan.
        ‘’Kita latihan lebih dari satu bulan. Bahkan liburan saja siswa tidak menikmatinya. Semua itu demi penampilan maksimal kami dan tidak ditemukan kendala maupun accident pada acara,” ujarnya.
        Selain itu dijelaskan Totok, latihan yang dilaksanakan mereka juga untuk persiapan mengikuti Hari Amal Bakti (HAB) di Kemenag Merangin yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2013 mendatang.
        ‘’Setelah penampilan di PKK ini kita juga akan mengikuti perlombaan Marching Band memeriahkan HAB di Kemenag Merangin,” pungkasnya.(top)   

Tiang Pumpung Merangin Kekurangan Guru Agama

0 komentar

Mahyi

BANGKO-Kekurangan guru bukan saja terjadi pada guru umum. Namun guru agama juga kekurangan di Merangin ini.
Hal itu diinformasikan pengawas kemenag Merangin, Mahyi, S kepada Koran ini, Kamis (27/12) kemarin di Kamenag Merangin.
Dikatakannya, saat ini dia menjadi pengawas untuk tujuh Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tiang Pumpung khususnya desa Sekancing. Dari tujuh sekolah itu hanya ada dua sekolah yang belum memiliki guru agama PNS.
        ‘’Sudah lima tahun saya bertugas di Sekancing menjadi pengawas guru agama, dari tahun ke tahun selalu saja ada sekolah yang kekurangan guru khususnya guru agama,” ungkapnya.
        Dijelaskannya, untuk mengsiasati agar proses belajar mengajar tetap berjalan maka pihak sekolah menuruh tenaga honor komite yang menjadi tenaga pengajarnya. Sementara tenaga honor tersebut tidak memiliki kompetensi khusus bidang keagamaan.
        ‘’Rata-rata guru honor itu adalah guru umum. Jadi tidak kompeten mengajar bidang keagamaan,” kata Mahyi.
Saat ini, Mahyi mengatakan pihak sekolah meminta agar pemkab bisa lebih bijaksana memeratakan guru khususnya guru agama di Merangin karena jika tidak dikhawatirkan pendidikan yang didapat siswa tidak sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan.
‘’Mayoritas kepala sekolah ingin agar sekolah mereka lengkap gurunya. Karena akan berpengaruh pada informasi yang akan didapat siswa kelak,” tuturnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Kemenag Merangin, Umar Yusuf mengakui kendala kekurangan guru tersebut. Bahkan dia mengatakan bahwa kemenag sendiri telah membantu 60 orang guru agama yang ditugaskan menyebar di Merangin ini.
‘’Kita telah membantu sekitar 60 guru agama yang disebar diseluruh Merangin. Gajinya dari kita,” kata Umar.
Kedepannya, Umar mengharapkan permasalahan ini haruslah diatasi dengan memberlakukan beberapa langkah konkret dari Pemkab melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin.
Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Umar Yusuf adalah pemkab Merangin mengangkat lagi para lulusan jurusan Tarbiyah STAI maupun IAIN untuk dijadikan guru agama sesuai porsi kekurangannya.
        ‘’Angkat lagi lah lulusan Tarbiyah kita ini sebagai guru, itu solusi yang tepat,” tuturnya.
        Soal kekurangan dana, dikatakan Umar Yusuf adalah masalah klise saja. Menurutnya pihak Disdik sendiri harus tegas mengantisipasi dan mencari solusinya.
        ‘’Soal berapa persisnya kekurangan guru, saya tidak tahu datanya. Yang jelas bukan kekurangan saja, pemerataan guru juta harus menjadi prioritas agar pendidikan yang diterima siswa bisa berimbang baik itu siswa yang belajar di dalam kota hingga pelosok daerah,” tutupnya.(top)

PGRI Merangin Bakal Mediasi Korban Mutasi Guru

0 komentar


BANGKO-Terjadinya beberapa keluhan guru yang menganggap diri mereka dizolimi pihak Disdik, (seperti kasus dua orang guru beberapa waktu yang lalu) di respon oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Merangin, M Ali Basroh. Hal itu diungkapkannya disela pelantikan eselon III dan IV di Aula Pemkab Merangin, Kamis (27/12) kemarin.
        Ali mengaku dia telah mengetahui kasus tersebut, namun hingga kini belum bisa bertemu langsung dengan yang bersangkutan.
        ‘’Kita telah mengetahui kasusnya. Kita akan mediasi ke Disdik, namun hingga sekarang kita belum bisa bertemu langsung dengan yang bersangkutan,’ katanya.
        Dijelaskan Ali, langkah awal yang akan dilakukan PGRI adalah bertemu secara langsung dengan guru yang bersangkutan untuk dimintai keterangannya. Selanjutnya PGRI akan mediasi ke Disdik Merangin untuk meminta klarifikasi permasalahan yang sebenarnya.
        ‘’Tujuan kita bertemu langsung dengan guru tersebut agar saat mediasi ke Disdik, PGRI dan guru tersebut bisa satu nada,” tuturnya.
        Ali juga berjanji, jika tidak ditemukan pelanggaran disiplin, pihaknya akan berjuang demi kelangsungan hidup dan tugas guru tersebut. Namun jika ditemukan pelanggaran disiplin maka pihaknya tidak bisa berbuat banyak.
        ‘’Intinya kita ingin melindungi anggota PGRI, itu saja,” ungkapnya.
        Menurut mantan Sekdisdik Merangin ini,  menjadi seorang PNS apalagi guru yang merupakan anggota PGRI tidak lepas dari peraturan yang berlaku. Maka dari itu, sebagai ketua PGRI dia tidak mau gegabah mengambil keputusan ataupun pernyataan yang bisa saja memperkeruh suasana.
        ‘’Kita tidak mau langsung menuding ini salah siapa, secara perlahan dan professional lah memecahkan permasalahan ini,” imbuhnya.
        Ditambahkan Ali, melindungi anggota bukan saja pada kedua orang guru tersebut, namun semua anggota PGRI lainnya bisa melaporkan kepadanya jika menerima perlakuan yang tidak menyenangkan.
        ‘’Anggota PGRI di Merangin ini sekitar 7540 orang. Mereka berhak melaporkan kepada PGRI jika memiliki permasalahan yang tidak bisa diselesaikan sendiri, kita akan bantu karena itu memang tugas kita. Nah, khusus untuk dua orang guru yang mengaku dizolimi tersebut, dalam waktu dekat akan kita ajak audiensi dan setelah itu kita mediasi ke Disdik Merangin,” tutupnya.(top)