Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 07 Mei 2013

35 Siswa SDN 51 siap ikuti UN

0 komentar
 
NASUTION



BANGKO-35 siswa SDN 51 Pulau Baru kecamatan Batang Masumai dipastikan mengikuti Ujian Nasional (UN) SD tahun ajaran 2012/2013, hari ini (6/5). Penetapan jumlah peserta telah melalui berbagai tahapan dan berdasarkan Daftar Peserta Tetap (DPT) dari pusat.
Kepala SDN 51, Nasution mengatakan selama tahun ajaran 2012 itu tidak ada pengurangan maupun penambahan jumlah siswa peserta. ‘’Jumlah siswa peserta yang ikut UN besok (hari ini, red) sebanyak 35 orang. Jumlah itu sama sejak awal tahun ajaran 2012 lalu,” katanya.
Menurut Nasution, pihaknya meyakini siswa disekolah itu mampu menyelesaikan seluruh soal UN yang diberikan mengingat sebelumnya pihak sekolah telah mempersiapkan siswa dengan maksimal.
‘’Kita telah berupaya mempersiapkan siswa dengan maksimal menghadapi UN tahun 2013 ini. Hasilnya selama ini memuaskan,” ungkapnya.
Persiapan yang dilaksanakan pihak sekolah kepada siswa adalah dengan mengadakan les sore, ujian tertulis, Ujian Akhir Sekolah, pendidikan ekstra dan lainnya dengan tujuan membuka kembali wawasan siswa terhadap pelajaran lama.
‘’Dengan adanya les sore maupun kegiatan ekstra lainnya diharapkan wawasan siswa terhadap pelajaran terdahulu bisa terasah kembali dan dituangkan pada UN tahun 2013 ini,” tuturnya.
Nasution juga mengatakan, pihak sekolah juga kerap memberikan kisi-kisi soal UN melalui media jejaringan sosial (internet). Menurutnya pelajaran tersebut berguna untuk kemajuan siswa itu sendiri dan para guru yang membinanya.
‘’Gudang ilmu untuk diberikan kepada siswa itu tidak terbatas. Baik dari buku maupun media lainnya. Yang jelas tujuannya adalah mengasah terus kemampuan daya ingat serta kualitas mutu pendidikan siswa itu sendiri,” pungkasnya.(top)

Komite Sekolah Harus Profesional

0 komentar


JUANDA
BANGKO-Komite Sekolah diharapkan bisa menjalankan tugas semaksimal mungkin dengan sekolah, Pasalnya. Hubungan komite dengan Sekolah memiliki kemandirian masing-masing tetapi sebagai mitra harus saling bekerja sama sejalan dengan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin, Ahmad Bastari melalui Kabid Dikdas, Juanda, mengatakan dibentuknya Komite Sekolah mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas sekolah.
‘’Komite sekolah harus bertindak profesional. Jangan aksinya melebihi LSM,” katanya.
Dia memberi contoh ada laporan aksi oknum ketua komite yang meminta jatah berupa uang dari pihak sekolah atas program yang dikiranya tidak akan bisa terlaksana jika tanpa tandatangannya. Menurut Juanda jika sikap komite seperti itu maka sudah merupakan suatu pelanggaran.
‘’ Tujuan dibentuknya komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, mediator antara pemerintah dengan masyarakat di satuan pendidikan,” jelasnya.
Juanda juga mengemukakan komite Sekolah memiliki fungsi untuk mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
‘’Jadi fungsi sebenarnya komite itu adalah untuk mengetahui dan menjadi mediasi jika ada permasalahan internal disekolah,”ujarnya.
Dicontohkannya, jika pihak sekolah hanya memiliki angka sepuluh, tugas pengawas adalah mencari cara bagaimana angka sepuluh itu menjadi duabelas.
‘’Tugas komite itu memberikan tambahan entah itu moril maupun materil. Bukan malahan bekerjasama menggerogoti sekolah. Itu salah,” pungkasnya.(top)

Daya Tampung SDN 278 Berkurang

0 komentar

TOPAN/ME
SDN 278
KBM : Kegiatan Belajar Mengajar di SDN 278 yang dilakukan seadanya karena kekurangan sarana dan prasana.

BANGKO-SDN 278 Bangko Tinggi, tidak menargetkan jumlah siswa baru yang mau masuk disekolahnya. Pasalnya, selain telah ada sekolah lain yang berdekatan. Mereka juga mengakui sarana dan prasarana disekolah itu sangat minim.
Pernyataan itu disampaikan Waka kesiswaan SDN 278, Rosnanidar, Dia mengatakan tetap berharap banyak siswa baru yang akan bersekolah disana. Namun karena keadaan minim tersebut mereka hanya bisa pasrah.
‘’Karena kondisi sekolah kita minim sarana dan prasarananya kita tidak bisa berharap banyak,” katanya.
Terlepas dari permasalahan itu, dia mengaku bersama majelis guru lainnya tetap berupaya memberikan informasi eksistensi sekolah itu pada masyarakat khususnya lingkungan sekolah.
‘’Kita juga telah bersosialisasi kepada masyarakat. Tapi memang hanya dari mulut ke mulut saja,” tuturnya.
Dia juga tidak bisa menyalahkan masyarakat yang enggan menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut. Ditambah ada dua sekolah yang berdekatan dengan SDN 278 dan memiliki fasilitas yang tergolong lengkap.
Rosna mengandai-andai. Jika saja sekolahnya bisa cepat mendapatkan bantuan. Otomatis sekolah mereka akan dipenuhi oleh siswa siswi baru walaupun dari masyarakat sekitar.
‘’Harapan kami kepada pihak pemerintah melalui Dinas Pendidikan agar secepatnya sekolah kami ini diberikan bantuan pembangunan. Kami yakin jika sekolah ini lengkap sarana dan fasilitasnya maka anak-anak disekitar sekolah ini akan mau bersekolah disini. Apalagi sekolah kami ini sangat dekat dengan pemukiman warga,” tutupnya.(top)


Tanah SMP 43 Merangin Diserobot Warga

0 komentar
DARUL USMAN
BANGKO-Luas tanah Pemerintah Daerah (Pemda) Merangin yang digunakan untuk pembangunan SMP 43 Merangin, tidak lagi sesuai dengan yang tertera di Sertifikat. Hal itu diungkapkan ketua komite SMP 43 Merangin, Darul Usman.

‘’Saya tahu persis luas tanah SMP 43, karena dari awal berdirinya saya sudah menjabat sebagai ketua Komitenya,” ungkap Darul Usman.

Dujelaskannya, mulanya tanah untuk pembangunan SMP 43 Merangin memiliki luas 1,9 Hektar dan seperti yang tertera dalam sertifikat. Seiring waktu berjalan luas tanah tersebut malah berkurang. Bahkan setelah dilakukan pengukuran kembali, didapati luas tanah hanya 1,5 Ha lagi.

Darul, menyakini berkurangnya luas tanah miliki SMP 43 tersebut,  dikarenakan adanya warga yang membangun rumah ditanah SMP 43. Pasalnya, patok tanah yang dulu merupakan batas lahan sekolah telah berubah posisi. 

‘’Sudah ada rumah warga diatas tanah miliki SMP 43 tersebut,  jika kita lihat batasnya seperti dalam sertifikat yang kita miliki, patoknya memang sudah bergeser,” tuturnya.

Darul, mengaku pihaknya pernah menanyakan kepada warga yang mendirikan bangunan diatas tanah sekolah tersebut. Dan saat itu, menurut Darul, warga menjawab telah membelinya. 

‘’Kami pernah menanyakan kepada warga yang menempati lahan sekolah kami itu, dan mereka jawab telah beli dari orang lain. Saya tidak tahu siapa yang mereka maksud,” katanya.

Permasalahan ini, tutur Darul, pernah diungkapkannya kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. 

‘’Yang kami khawatirkan adalah jika permasalahan ini berlarut-larut kelak sedikit demi sedikit tanah SMP 43 ini semakin berkurang,” ucapnya.

Saat ini, untuk meminimalisir terjadinya hal serupa sekaligus memberitahukan kepada warga batas wilayah tanah sekolah, pihak SMP 43 berusaha mengolah tanah tersebut salah satunya dengan menanam berbagai tanaman bermanfaat.

‘’ Maunya kita mendirikan pagar namun belum ada biaya. Makanya saat ini kita galakkan tanam jahe dan tanaman lainnya diseluruh luas tanah kita ini agar masyarakat tahu batasnya. Sementara bagi warga yang terlanjur telah mendirikan bangunan diatas tanah kami ini nanti akan dicarikan solusinya. Yang jelas mereka harus menunjukkan bukti-bukti kepemilikan. Karena kita juga memiliki bukti berupa sertifikat,” pungkasnya.(top)

Hardiknas Guru SMK 1 Jadi Petugas Upacara

0 komentar
TOPAN/ME
ADV : Selesai Upacara Perayaan Hardiknas, Para guru, Staf dan Siswa mengacungkan Jempol seraya meneriakkan yel-yel SMK Bisa.
BANGKO-Ada yang berbeda pada pelaksanaan upacara peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) di SMK 1 Merangin, kemarin (2/5). Biasanya petugas upacara dilakukan siswa, di SMK 1 Merangin hal tersebut dilakukan guru dan staf.
     Pantauan koran ini di SMK 1 Merangin, guru, staf dan siswa tampak mengikuti upacara dengan hikmat. Bahkan guru yang bertugas sebagai pembawa bendera dan komandan upacara terlihat piawai melaksanakan tugasnya.
Kepala SMK 1 Merangin, Asnaf.S.Pd dalam pidatonya mengatakan melalui peringatan Hardiknas tersebut diharapkan kualitas pendidikan khususnya di SMK 1 Merangin lebih ditingkatkan lagi untuk bekal bersaing menghadapi globalisasi. Dia menerangkan setidaknya dibutuhkan tiga point plus melaksanakan hal itu yakni Ilmu Pengetahuan dan tekhnologi, etika dan moral serta akhlak.
‘’Jika tiga nilai tersebut diterapkan nyata kepada siswa otomatis kedepannya akan lebih bai,” katanya.
Dijelaskannya, nilai pengetahuan dan tekhnologi bisa ditingkatkan bersamaan dengan peningkatan kompetensi guru yang memberikan pelajaran. Hal itu harus mengacu pada perkembangan tekhnologi sehingga segala ilmu pendidikan yang diberikan kepada siswa dapat dipraktekkan sesuai dengan kemajuan zaman.
‘’Ilmu pengetahuan dan tekhnologi tidak bisa dipisahkan. Untuk itu kita harus terus memantau perkembangan tekhnologi agar ilmu pendidikan yang diberikan kepada siswa tidak tertepis oleh kemajuan zaman. Memang soal kelengkapan sarana dan prasarana praktik itu tidak ada batasannya. Namun diharapkan segala fasilitas yang ada hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin. Jika kita lebih banyak praktik otomatis ilmu tersebut akan terasah dan menjadi profesional,” katanya.
Tentang moral dan etika, dia menggaris bawahi harus benar-benar lekat dan menjadi pondasi tiap siswa SMK untuk kelangsungan hidup ditengah masyarakat luas.
Dia mencontohkan seorang siswa tamatan SMK yang ingin membuka usaha, jika etika dan moralnya jelek otomatis tidak akan ada konsumen yang betah melakukan bisnis dengannya.
‘’Saingan sudah banyak, meskipun kinerja kita baik dan bagus tapi etika dan moral minim otomatis konsumen akan lari ketempat lain. Oleh karena itu, tanamkanlah etika dan moral positif sejak saat ini,” terangnya.
Asnaf juga mengomentari tentang akhlak dan nilai keagamaan. Disini Asnaf menekankan bahwa tujuan hidup tidak  hanya sebatas didunia saja namun akhirat juga harus difikirkan. ‘’Untuk apa hidup penuh harta berlimpah jika akhirat kita sengsara. Untuk itu perlu ada keseimbangan dunia dan akhirat,” tuturnya.
Perayaan Hardiknas di SMK 1 Merangin ditandai dengan aksi angkat jempol sebagai simbol SMK Bisa.(top/adv)