Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 05 Februari 2013

Guru SMKN 2 Merangin Pasrah

0 komentar


BANGKO-Keinginan pihak SMKN 2 Merangin agar kepala sekolah pengganti mereka barasal dari internal sekolah tidak tercapai. Pasalnya kepala SMK 2 terpilih adalah Zet Herman yang berasal dari Kepala SMAN 3 Merangin.
        Salah seorang guru disekolah itu menyayangkan hal itu. Namun dia tetap berbesar hati menerima segala keputusan yang telah diambil oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin.
        ‘’Kita terima saja keputusannya,” ucap guru yang engga dituliskan namanya.
        Menurutnya pihak Disdik memiliki nilai tersendiri menetapkan orang luar sebagai pemimpin disekolahnya sehingga calon kepala yang diusung oleh pihak sekolah tidak lolos.
        ‘’Mereka pasti punya penilaian sendiri,” singkatnya.
        Dia mengharapkan kepala SMKN 2 yang baru bisa meneruskan program sekolah serta menerapkan sistim transparansi dalam pengelolaan administrasi sekolah.
        ‘’Proses dan program sekolah harus diteruskan supaya siswa bisa mendapatkan ilmu pendidikan yang bermanfaat dan maksimal,” ungkapnya.
Diteruskannya, kepala SMKN 2 yang baru diharapkan bisa cepat beradaptasi dengan seisi lingkungan sekolah sehingga pencapaian keharmonisan internal sekolah dapat terjadi.
‘’Intinya kita menerima keputusan itu dan diharapkan kedepannya eksistensi SMKN 2 Merangin tetap terjaga baik itu di Merangin ini sendiri, Provinsi Jambi hingga tingkat Nasional,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Merangin yang baru, Zet Herman ketika dikonfirmasi mengaku siap menerima tugas yang diamanatkan kepadanya.
‘’Itu amanah dan saya harus melaksanakannya,” singkat Zet. (top)  

Kepsek Minta di Dampingi Disdik

0 komentar


p-Menghindari Komplain Mantan Kepsek


BANGKO-80 Kepala Sekolah (Kepsek) yang telah dilantik pada kamis (31/1) lalu kebanyakan menyisakan permasalahan, Pasalnya, Kepsek yang baru ditunjuk masih ragu untuk mengunjungi sekolah yang mereka pimpinan.
BAHARI
        Hal ini bukan tanpa alasan, Mengingat proses pergeseran Kepsek banyak yang tidak diketahui oleh orang bersangkutan, sehingga ditemukan mantan kepsek yang dilengser keberatan mereka diganti.
 ‘’Bisa saja kepsek sebelumnya komplen karena tidak tahu bahwa dia telah dilengser. Jadi saya rasa memang harus ada perwakilan dari Disdik Merangin yang mengantarkan kita,” kata salah seorang kepsek yang minta namanya tidak disebutkan, Jum’at (1/2) kemarin.
Dia mangatakan informasi pengalaman rekannya yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah, jika kepsek yang baru dilantik hendak bertugas di sekolah yang baru harus diantar oleh Disdik Merangin.
‘’Informasi yang saya dengar yaitu kita melapor ke Disdik, dari sana nanti pihak Disdik yang mengantarkan kita ke sekolah yang dimaksud,” jelasnya.
‘’Kalau tidak didampingi kami belum berani secepatnya bertugas,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin, Bahari mengatakan, tidak harus pihak Disdik Merangin memberikan pelayanan mengantar kepsek terpilih karena mereka telah diberikan Surat Perintah Tugas (SPT) formal.
‘’Kepsek jangan pada manja, langsung saja menuju sekolah dimana ditempatkan tanpa harus diantar oleh Disdik, karena kami punya kesibukan juga,” tegasnya.
Dia menjelaskan, Jika sudah menduduki posisi sebagai Kepsek yang baru sudah sesuai keputusan yang dikeluarkan oleh Pemkab Merangin, dan bisa langsung menuju sekolah dimana dia ditugaskan tanpa perantara lagi dari Disdik Merangin.
Lebih jauh Bahari menambahkan, dengan adanya SPT Kepsek yang baru. Secara langsung sudah bisa mengemban tugas yang diamanatkan. Namun juga tetap melapor kepada Disdik dan UPTD.
’Bagi yang telah dilantik segera lah menuju sekolah yang telah ditunjuk,” pungkasnya.(top)

Jumat, 01 Februari 2013

Kepala SDN 63 Rejosari, Merangin Diganti

0 komentar
KASHMIR
BANGKO-Tuntutan Warga beserta wali murid untuk mengganti kepala SDN 63 Rejosari Sudarmi yang diindikasikan menyelewengkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta meresahkan masyarakat akhirnya dikabulkan.

Hal ini dibuktikan didalam pelantikan pejabat eselon II, III, IV dan Fungsional tercantum nama kepala SDN 63 Rejosari yang baru yakni Kasmir, Kamis (31/1) kemarin, Kasmir yang sebelumnya bertugas sebagai guru di SDN 6 Pemenang secara sah enjabat sebagai Kepsek SDN 63 Rejosari.

Salah seorang guru di SDN 63, Yatman ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya pergantian kepala sekolah. Dia malahan bertanya kapan terjadinya pelantikan.

‘’Saya baru tahu ini, nanti akan saya kabarkan ke rekan guru yang lainnya,” katanya.

Menurutnya, Kamis (31/1) kemarin kepala SDN 63 masih datang ke sekolah dan beraktifitas seperti biasanya. Dia juga meyakini saat itu Sudarmi belum mengetahui bahwa telah digantikan.

‘’Tadi bu Sudarmi datang ke sekolah, dan keadaan seperti biasanya lah, rutinitas kegiatan belajar mengajar (KBM),” kata Yatman Via Telpon.

Yatman berharap pengganti kepala SDN 63 yang baru bisa menata sekolah dengan lebih professional agar peningkatan mutu pendidikan di wilayah itu dapat terlaksana.

Sementara itu, Kepala UPTD Pamenang, Abdurrahman ketika dikonfirmasi mengatakan siap mengantar kepala SD terpilih yang baru ke SDN 63 Rejosari. ‘’Jika telah diganti dan diadakan pelantikan maka saya siap mengantarkannya ke sekolah itu,” tegas Abdurrahman.

Kashmir, Kepala SDN 63 yang baru dilantik ketika dikonfirmasi mengatakan siap melaksanakan tugas yang diemban. Namun dia harus mempelajari karakter personal guru dan siswa di sekolah tersebut.

‘’Inikan amanah, jadi harus saya laksanakan dengan maksimal,” pungkasnya.(top)

MTsN Bangko Tingkatkan Latihan Marching Band

0 komentar






BANGKO-Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Bangko meningkatkan latihan Marching Band Hida Ul Qolbi, Latihan ini tidak hanya dilakukan untuk persiapan kegiatan saja melainkan sebagai bentuk latihan rutin agar siswa tidak mudah lupa dengan yang diajarkan.
Kepala MTsN Bangko, Anwar melalui Guru Pembimbing, Tartok mengatakan aktifitas latihan terus dilaksanakan pihak madrasah kepada siswanya. Selain agar skill siswa tidak terkikis juga meminimalisir aktifitas siswa yang tidak positif.
‘’Dengan mengkiatkan siswa latihan marchingband walaupun mungkin minimal hanya satu bulan sekali. Itu akan membuat siswa lebih terasah lagi keterampilannya memainkan alat music. Dan lagi aktifitas itu positif dan menghindari siswa kita berbuat yang tidak bermanfaat,” katanya.
Setiap latihan, pihak MTsN mendatangkan instruktur dari pemkab merangin dengan harapan segala ilmu yang diajarkan kepada siswanya lebih maksimal diterima.
‘’Kan latihan drumband itu susah karena harus membaca not balok irama. Maka kita serahkan kepada yang lebih memahaminya,” terangnya. ‘’Dan lagi para instruktur itu beberapa ada yang alumni siswa kita,” tambahnya lagi.
Saat ini, Marching band yang bernama Hida Ul Qolbi itu memiliki anggota 20an siswa. Setiap jadwal latihan selalu pada sore hari agar tidak bentrok dengan jam kegiatan belajar mengajar (KBM) disekolah.
‘’Kita selalu mengingatkan agar jadwal latihan tidak bentrok dengan KBM. Karena bagaimana pun ilmu pendidikan formal yang lebih utama,” katanya.
Tartok mengatakan, jadwal latihan bisa saja diperpadat jika ada undangan penampilan maupun perlombaan.‘’Penampilan terakhir pada hari amal bakti (HAB) di Kemenag Merangin, dan insya Allah jika ada undangan lainnya kita akan mempersiapkan diri,” tutupnya.(top)

PDAM Perbaiki Saluran Air SDN 2 Bangko

0 komentar


BANGKO-Keluhan minimnya sarana air bersih di Sekolah Dasar (SD) 2 Bangko beberapa bulan ini mulai berakhir, pasalnya PDAM sudah memperbaiki sistim penyaluran air dari pipa induk ke sekolah.
Sebelumnya keluhan dirasakan saat siswa maupun guru hendak menggunakan fasilitas water close (WC) disekolah tersebut karena air yang tersedia didalamnya selalu minim.
Tetapi saat ini keluhan tersebut telah berakhir sejak pihak sekolah bersama komite meminta kesediaan pihak PDAM mengalihkan pipa penghubung air dari pipa induk.
‘’Kita telah ajak pihak PDAM memperbaiki saluran pipa menuju kesekolah,” ungkap Misrofa.
Bahkan pihak sekolah telah mengajukan pembuatan sumur bor melalui dana PNPM Pisew tahun 2011 lalu, namun pembangunan sumur bor tersebut tidak  membuahkan hasil yang baik karena sejak serah terima, air yang diharapkan tidak keluar.
        ‘’Telah lama kita mengeluhkan minim air bersih, bahkan kita telah buat sumur bor namun hasilnya tidak maksimal,” kata Misrofa, Kepala SDN 2 Bangko.  
        Dijelaskan Misrofa, sebelum air PAM lancar saat itu posisi pipa penghubung berada diatas pipa induk. Hal itu membuat debit air menuju sekolah tersendat. Sementara setelah diperbaiki saat ini posisi pipa penghubung berada di bawah pipa induk dan otomatis air yang mengalir ke sekolah menjadi lancar.
‘’Untuk perbaiki itu kita menghabiskan dana Rp 1 juta, yang penting kita puas sekarang,” tuturnya.
Sementara dana untuk memperbaiki penyaluran air itu bersumber dari pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).(top)