Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 06 Juni 2013

TA 2013 / 2014 Rayon Sekolah dI Merangin Masih Berlaku

0 komentar
BANGKO-Untuk mencegah terjadinya penumpukan siswa disalah satu sekolah maupun daerah maka tahun ajaran baru 2013/2014 Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin tetap memberlakukan sistem rayon sekolah pada Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ini. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Merangin Akhmad Bastari melalui Kasi Pembina SMK, Rustam, Jum’at (1/6) lalu di Disdik. 
Dijelaskannya jika tidak melaksanakan rayonisasi maka dikhawatirkan tidak meratanya sistim penerimaan siswa baru baik untuk SMP maupun SMA di Merangin ini. 
‘’Jika tidak diterapkan rayonisasi maka otomatis masyarakat akan mengarahkan anak mereka ke sekolah yang diyakini sebagai yang terbaik. Sementara sekolah yang dimata masyarakat tidak tergolong terbaik itu akan sepi,” katanya.  
Penerapan rayonisasi ini, dikatakan Rustam berdasarkan keputusan rapat pihak Disdik dan sekolah beberapa waktu lalu di Aula Disdik. Disaat itu mayoritas pihak sekolah masih berharap agar rayonisasi tetap diberlakukan‘’Yang jelas kita inginkan agar pemerataan siswa di tiap sekolah itu terlaksana sehingga tidak timbul kecermburuan sosial. Kasihan nanti sekolah yang masih tergolong minim sarana dan prasarananya,” ungkapnya lagi.
Soal minimnya sarana tersebut menurut Rustam pihaknya akan terus berupaya agar sesegera mungkin bisa mendapatkan bantuan. Dia juga tidak menampik minimnya arahan masyarakat terhadap salah satu sekolah karena minimnya sarana dan prasarana disekolah itu sendiri. Sementara factor jumlah pertumbuhan penduduk juga menentukan jumlah siswa disalah satu sekolah. 
Sementara itu, Rustam menginformasikan bahwa pihak Disdik hanya bisa mengurus perpindahan rayon antar kabupaten. Hal itu untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyekolahkan anak mereka keluar ataupun masuk kabupaten Merangin.(top)


ADVETORIAL Perpisahan SMKN 1 Merangin Tahun 2013

0 komentar
Perpisahan SMK 1 Penuh Haru

BERTEMPAT Di lapangan SMK Negeri 1 Merangin digelar kegiatan perpisahanan kelas XII, Kamis (30/5) kemarin, Kegiatan yang mengangkat tema ‘Lulus bukan berhenti belajar lanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi’ itu dihadiri kepala SMK 1 Merangin, Asnaf, S.Pd. 
Turut hadir Perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Merangin, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah Undangan, Ketua Komite SMK 1, Majelis Guru dan pegawai sekolah, orang tua siswa, siswa dan para undangan lainnya.
Dalam sambutannya Kepala SMK 1, Asnaf  berharap para lulusan SMK 1 dapat mengimplementasikan segala ilmu yang telah dipelajari selama di SMK ditengah masyarakat. 
‘’Sebaiknya kalian melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Namun jika belum bisa maka haruslah membuka usaha sendiri atau minimal bekerja dengan menerapkan segala ilmu yang telah kalian miliki dari sekolah ini secara profesional,” harapnya.(cr12/top/adv)

Siswa kelas XII yang akan meninggalkan SMK 1
 
Pementasan tari Kreasi berjudul Abang Pipi oleh siswa SMK 1
 
Pembacaan Puisi oleh Sugimin dan Asrul, guru SMK 1 yang mampu membius para hadirin sehingga tidak mampu menahan tangis.
 
Pelepasan balon oleh Disdik didampingi Kepala SMK 1 dan majelis guru.
 
Paduan Suara SMK 1 Merangin

Majelis guru yang hadir
Kepala SMK 1, Asnaf S.Pd, Ketua Komite SMK 1 Fahmizar, Perwakilan Disdik, Maridi
 
Asnaf saat menyerahkan lembar puisi untuk dibacakan.

 

Kamis, 23 Mei 2013

Biaya Pendaftaran PT di Merangin Beragam

1 komentar
BANGKO-Sejumlah perguruan Tinggi (PT) swasta di Kabupaten Merangin mulai membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru tahun ini. Pantauan koran ini, selain mewajibkan untuk melengkapi persyaratan umum, pihak Kampus juga memungut biaya pendaftaran pada tiap calon mahasiswa. Besar biaya pendaftaran juga ditetapkan beragam, mulai dari Rp.150 Ribu hingga Rp. 250 Ribu per calon mahasiswa. 
Di  Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bangko misalnya, untuk menjaring mahasiswa baru tahun ini, pihak kampus menetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp.150 ribu. Menurut Ketua Panitia penerimaan mahasiswa baru (PMB) STAI, Nuzli, jumlah tersebut turun dari tahun sebelumnya.
‘’Tahun lalu Rp. 200 Ribu, tapi tahun ini setelah melalui rapat internal kampus, akhirnya diputuskan biaya pendaftaran Rp. 150 Ribu,” kata Nuzli.
Jumlah yang sama juga ditetapkan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bangko yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Merangin (YPM). Ketua PMB STKIP, Yusrizal mengatakan hasil kesepakatan internal STKIP menetapkan biaya pendaftaran mahasiswa baru sebesar Rp.150 ribu.
‘’Kami juga menetapkan biaya pendaftarannya sebesar Rp.150ribu,” tutur Yusrizal.
Sementara di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Merangin, pihak kampus memutuskan biaya pendafaran bagi calon mahasiswa Rp. 200 Ribu.  ‘’Uang pendaftaran mahasiswa baru di STIKes sebesar Rp. 200 ribu dan berlaku sama baik untuk kelas reguler mupun non reguler,” kata Juanda, ketua PMB Stikes Merangin.
Universitas Darul Ulum Jombang kampus Merangin, pada tahun ini menetapkan biaya pendaftaran berpariasi.  Untuk program Strata 1 (S1) dipungut Rp250 ribu, sementara   untuk program Pasca Sarjana (S2) ditetapkan Rp. 300 Ribu. ‘’Jumlah tersebut merupakan ketetapan dari Undar Jombang. Kami di Merangin tinggal meneruskannya saja,” kata Anggota Panitia PMB, Hendriadi.(top)

Lafadz Allah Dalam Biji Terong

0 komentar
 Santri Ponpes Al-Mujahadah Heboh

TERONG : Santri Pontren AL-Mujahadah saat memperlihatkan sebuah terong yang bijinya terangkai nama Allah

Detail Biji Terong

BANGKO-Santri di ponpes Al Mujahadah dibuat heboh oleh kejadian unik. Salah seorang santri diponpes ini tanpa sengaja menemukan lafadz Allah yang terdapat pada biji buah terong.
Penemuan ini bermula saat salah seorang santri ingin memasak. Namun tanpa disangka saat mengiris buah terong, santri tersebut dikejutkan dengan tulisan Allah pada biji terong tersebut. Sehingga penemuan itu membuat heboh para santri lainnya.
Dayu Akraminas, salah seorang tenaga pengajar di Ponpes Al Mujahadah membenarkan kejadian langka itu. Ia menceritakan kejadian itu terjadi sekitar empat hari lalu.
‘’Ada santri sedang masak, ia hendak masak terong. Saat membelah buah terong itulah Ia melihat ada Lafadz Allah pada biji terong, setelah kami lihat ternyata benar,” katanya.
Menurut Bayu, kejadian seperti itu bukan pertamakalinya terjadi di Ponpes yang teletak di Jalan Patimura, Kelurahan Pematang Kandis Bangko itu. Ia menceritakan sekitar dua tahun lalu kejadian serupa juga pernah ditemukan.
‘’Itu salah satu keajaiban yang bagi kami merupakan petunjuk untuk terus melakukan kebaikan,” ungkapnya.
Menurut Dayu, buah terong yang didapat bersumber dari tanaman kebun yang dikelola pihak pontren untuk dijual kembali kepada para santri melalui koperasi. ‘’Buahnya berasal dari kebun kami sendiri,” singkatnya.(top)

KOHATI dan Melati Swalayan Berbagi

0 komentar

KOHATI : Photo Bersama Kohati, Melati Swalayan dan pihak RSUD.

BANGKO-Memperingati hari Kartini 2013 Korps-HMI-Wati (KOHATI) Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Bangko bekerjasama dengan Melati Swalayan Bangko menyerahkan bantuan kepada pasien melahirkan yang kurang mampu di RSUD Abund Jani Bangko Kamis (16/5) lalu.